Kamis, 11 Januari 2024

DIABET PADA KAKI HARUSKAH DIAMPUTASI?

               Amputasi adalah salah satu pilihan tata laksana pada kasus kaki diabetes. Namun, keputusan untuk melakukan amputasi tidak bisa serta-merta diambil karena risikonya yang tinggi. Kurang lebih 50% pasien kaki diabetes yang menjalani amputasi meninggal dalam waktu 5 tahun.[1]

               Diabetes dapat menyebabkan dua potensi ancaman untuk kaki yang dapat menyebabkan amputasi, yaitu :

1.      Kerusakan saraf (neuropati diabetik). Ketika jaringan saraf di kaki rusak, sensasi rasa sakit menjadi berkurang. Itu sebabnya, kaki dapat terluka atau terpotong tanpa penderita menyadarinya.

2.      Mengurangi aliran darah. Diabetes juga dapat mempersempit pembuluh arteri, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi nutrisi pada jaringan kaki, maka luka menjadi sulit untuk disembuhkan.Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah. Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan dilakukannya amputasi kaki. [2]

               Berikut ini adalah penanganan luka pada kaki karena diabet tanpa melalui amputasi yang dilakukan oleh team medis Beladiri Sinar Perak Cabang Malang. Pasien Mr. X, usia 57 tahun, tinggal Kota Malang. Terapi dilaksanakan seminggu sekali.

               Adapun penanganan yang dilakukan antara lain:

1.      Pembersihan bakteri pada luka;

2.      Membenahi jaringan-jaringan yang rusak;

3.      Membenahi pembuluh darah yang rusak;

4.      Membenahi saraf-saraf yang rusak;

5.      Memberikan advice/saran-saran:

a.      Bagaimana cara menyikapi musibah/penyakit dengan baik dan benar;

b.      Perilaku apa saja yang mesti ditinggalkan;

c.      Makanan dan minuman apa saja yang dikurangi/dihindari.

               Poin 1 s.d. 4 menggunakan metode/cara yang telah diajarkan di beladiri Sinar Perak.

               Alhamdulillaah, berkat ketlatenan dan kesabaran pasien, keluarga pasien, team medis dan tentunya hanya dengan ijin Allah SWT, kondisi kaki pasien dari hari ke hari, minggu ke minggu kian membaik.

               Gambar 1 menunjukkan kondisi awal punggung dan telapak kaki kiri pasien sebelum terapi, tanggal 15 Oktober 2023, sedangkan gambar 2 menunjukkan kondisi punggung dan telapak kaki kiri pasien setelah 12 minggu terapi, tanggal 3 Januari 2024.

 

 

Gambar 1. punggung dan telapak kaki kiri pasien tanggal 15 Oktober 2023

 

 

Gambar 2. punggung dan telapak kaki kiri pasien tanggal 3 Januari 2024

 

Gambar-gambar lain terkait kondisi kaki pasien bisa dilihat di sini: https://drive.google.com/drive/folders/1hSs7qIT8uoL9Lfv0q_XYuE7mTNJIopQ8?usp=sharing

 Ingin tahu lebih lanjut tentang Beladiri Sinar Perak Cabang Malang?

1. Datang ke tempat latihan, Graha Merdeka Universitas Merdeka Malang, setiap hari Minggu pukul 15.00 WIB s.d. 18:00 WIB

2. Datang ke klinik pengobatan, Griyashanta Blok I No. 502, Jalan Puncak Borobudur, Depan Patung Kuda Green Orchid. 

3. Hubungi Doni (082330452368), Budi (0817380312), Khoirul (083129605680)

Semoga bermanfaat. Aamiin.

 Bahan bacaan:

[1].     https://www.alomedika.com/mempertimbangkan-amputasi-atau-tidak-pada-kaki-diabetes

[2].     https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/mengapa-diabetes-yang-tidak-terkontrol-berpotensi-menyebabkan-amputasi-kaki#:~:text=Diabetes%20dapat%20menyebabkan%20dua%20potensi,atau%20terpotong%20tanpa%20penderita%20menyadarinya. 

Rabu, 22 April 2020

Saat tepat dekatkan diri pada-Nya


               

Masjid Agung Kota Malang (foto oleh Merdeka.com)

              Bulan Romadhon merupakan saat yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya. Setiap bangun malam untuk makan sahur, sebagian waktu bisa kita sisihkan untuk sholat tahajud setidaknya 8 rokaat, pagi hari bisa kita gunakan sebagian waktu untuk sholat dhuha, 8  - 12 rokaat. Yang sholatnya masih bolong-bolong, kesempatan emas untuk untuk berusaha melengkapi, sementara yang sudah penuh lima waktu bisa melengkapi dengan sholat sunnah rowatib (sebelum dan atau sesudah sholat fardu), sholat hajad, atau juga sholat tasbih. Tatacara sholat bisa googling di internet, atau tanya-tanya saudara atau kenalan. Tentu masih ada ibadah-ibadah lain yang dengannya kita bisa lebih mendekatkan diri pada-Nya.
                Kenapa mendekatkan diri pada-Nya? Sebagai muslim tentu kita mengimani bahwa bumi, langit, dan semua yang ada di antara keduanya adalah ciptaan Allah, milik Allah, Allah tempat meminta sesuatu, hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan. Semakin dekat kita kepada-Nya, tentu sangat rasional jika permohonan kita, do'a-do'a kita akan lebih mudah dikabulkan dibanding kalau kita jauh.  
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdo'a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (Al Baqoroh ayat 186)
Kenapa sholat tahajud?
Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (Al Isro' ayat 79).
Kalau dengan sholat tahajud ada peluang kita akan diangkat ke tempat terpuji oleh-Nya, alangkah indahnya kalau kita bisa rutin melaksanakannya.  
                Manfaat-manfaat lain dari sholat tahajud maupun sholat dhuha dibahas panjang lebar oleh para kyai, para ustadz, dan bisa juga kita googling di internet. Cobalah sobat "mengintip" kehidupan orang-orang yang rajin sholat tahajud maupun sholat dhuha di sekitar sobat.  Mereka tentu lebih tenang dan berkecukupan, tidak kekurangan apapun.
                Siapapun yang berharap kehidupannya berubah lebih baik di masa mendatang, diterima bekerja ditempat yang diimpikan, harapan dan cita-citanya terkabul, atau yang lainnya, sekarang saatnya sobat lebih mendekatkan diri pada-Nya.  
                Mengandalkan otak dan kepintaran? Tentu banyak orang yang otaknya lebih encer dari kita. Mengandalkan keberuntungan? sama saja dengan berharap kepada yang belum tentu. Kekayaan? Banyak orang kaya stress karena tanpa iman.       
                Sepertinya tidak mudah? Ya, tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Orang Amerika menyatakan tidak ada kopi gratis, logo propinsi Jawa Timur bertuliskan Jer Basuki Mawa Beya. Untuk sesuatu yang lebih baik tentu butuh biaya, butuh modal, butuh tekat yang kuat.
… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. … (Surah Ar-Ro'd ayat 11).
                Khusus warga group WA yang aku ada di dalamnya, alangkah indahnya kalau kita bisa sama-sama berada di tempat terpuji, dan di akhirat bisa ngumpul-ngumpul lagi.

Kamis, 24 Oktober 2019

PARKIR LUAR


Setiap Jum'at lahan parkir sekolah terlihat sepi, padahal di hari lain selalu penuh, tidak ada tempat kosong yang tersisa. Setiap Jum'at meskipun harus bayar, sebagian peserta didik lebih suka memarkir motornya di halaman rumah warga yang berjarak sekitar 300 meter dari sekolah.

Parkir di luar sekolah sebenarnya bukan masalah besar karena juga terjadi di sekolah lain. Ada yang membolehkan peserta didiknya parkir di luar karena terbatasnya lahan, ada juga yang justru melarang peserta didik yang belum punya Surat Ijin Mengemudi (SIM) parkir di lingkungan sekolah. Namun kalau dilihat motif atau pesan yang tersirat di dalamnya, tentu perlu segera dicari solusi, karena yang mereka lakukan adalah wujud penolakan terhadap kebijakan sekolah, apalagi ada peserta didik perempuan yang ikut berpartisipasi di dalamnya.
"Kami menolak sholat Jum'at di masjid sekitar sekolah"
"Kami menolak ikut kegiatan keputrian di sekolah"

Sepintas terlihat aman-aman saja, namun tidak menutup kemungkinan ada di antara kita yang pernah mendapat bisikan warga sekitar sekolah terkait aktivitas parkir tersebut. Mereka beranggapan bahwa sekolah kurang peduli terhadap kegiatan ibadah anak-anak, membiarkan anak-anak yang parkir di kampung tidak melaksanakan sholat Jum'at, mengingat sangat dekatnya bel pulang sekolah dengan waktu masuk sholat Jum'at, sementara perjalanan pulang ke rumah perlu waktu yang tidak sedikit.

Sebenarnya program sekolah sangat bagus, menginginkan peserta didik putra tentunya yang muslim sholat Jum'at di masjid dekat sekolah karena sekolah belum punya tempat yang memadai untuk sholat Jum'at. Di waktu bersamaan kegiatan keputrian dilaksanakan untuk membekali peserta didik putri menyambut hari esok.
 
Kenyataan di lapangan tidak selalu sesuai harapan. Namanya juga anak-anak, ada saja alasan untuk menghindar. Tidak sreg kalau tidak mandi sebelum Jum'atan, tidak nyaman Jum'atan di masjid yang berbeda dengan  masjid di kampungnya, sekolah lain tidak ada kegiatan keputrian, atau beribu alasan lain.

Sambil menunggu renovasi masjid sekolah, paling tidak ada dua opsi yang bisa diambil untuk secepatnya mengatasi permasalahan tersebut. Pertama, hapuskan kebijakan sholat Jum'at di masjid dekat sekolah. Berikan kebebasan peserta didik untuk ibadah di tempat pilihannya. Pulangkan peserta didik selambat-lambatnya 10.45 sehingga masih ada kesempatan untuk pulang dan sholat Jum'at dekat tempat tinggalnya. Kalau khawatir tidak jum'atan, beri kewajiban mereka untuk membuat ringkasan khutbah Jum'at dibubuhi stempel takmir masjid, segera tangani yang tidak mengumpulkan ringkasan khutbah pada hari Senin minggu depannya. Kumpulkan di musholla untuk membaca al Qur'an, sholat dhuha, ataupun menyalin ayat-ayat al Qur'an. Kedua, pasang atap di tempat parkir atau di lapangan upacara yang bisa digunakan untuk sholat Jum'at dan tidak mengijinkan peserta didik untuk keluar pagar sekolah sebelum Jum'atan selesai.

Tanpa adanya solusi dalam waktu singkat, dikhawatirkan ada kecemburuan terhadap mereka yang parkir di luar sekolah, bisa juga semakin banyak peserta didik yang ikut parkir di luar. Kewibawaan sekolah yang sudah dibina bertahun-tahun bisa saja merosot di mata peserta didik ataupun masyarakat.

Bagaimana menurut anda?

Jumat, 23 September 2016

PENGELOLAAN KELAS BERSAMA PAK RIO

Jum’at, 26 Agustus 2016, pukul 08.20 WIB, kulihat Pak Rio, Mas Adit, Bu Ima, Bu Ika, dan beberapa kru dari Shinkenjuku mempersiapkan pembelajaran di ruang kelas. Beberapa potong selotip bening 5 cm dengan panjang sekitar 100 cm tertempel di almari besi yang terbuka, setumpuk koran bekas terpapar di lantai, beberapa ikat sedotan minuman, dan tas kresek entah apa isinya berada di atas meja. Sementara peserta didik dengan santainya duduk di bangku masing-masing, sedikitpun tidak merasa terganggu.
Sesuai undangan, pukul 08.30 WIB kegiatan dimulai, meskipun observer yang datang baru beberapa. SD Anak Saleh memang SD-nya Indonesia, peserta didiknya juga putera-puteri Indonesia, namun kegiatan Lesson Study yang kami ikuti memang mengacu ke Jepang dan tentunya Pak Rio Suzuki juga orang Jepang. Kegiatan beliau sangat padat dan terjadwal. Kalau kegiatan di satu tempat misalnya mundur, tentu kegiatan yang lain akan berantakan.
1. Memindah meja dan kursi
Pak Rio memulai kegiatan dengan mengucap salam, dilanjutkan dengan 'menantang' siswa untuk memindahkan meja kursi ke bagian belakang kelas. Kegiatan saat ini sepertinya tidak memerlukan meja kursi, tetapi langsung duduk di lantai. Sekedar informasi, di SD Anak Saleh, peserta didik memasuki kelas dengan melepas alas kaki (tidak bersepatu). Sepatu ditaruh di rak sepatu di luar kelas. 
Saya katakan 'menantang' karena pak Rio memang menanyakan butuh berapa menit untuk memindah semua meja dan kursi ke belakang. Ada yang menjawab 10 menit, ada yang 7 menit, ada yang 5 menit, bahkan ada yang sanggup 3 menit. Suasana agak ramai seperti kegiatan lelang yang pernah saya lihat di sinetron salah satu TV Swasta Nasional. Ada beberapa pertanyaan dan pernyataan pak Rio kepada anak-anak senbelum kegiatan memindah meja kursi dimulai. Bagaimana cara memindah kursi? Berisik atau tenang? Diangkat atau diseret? Bagaimana kalau ada teman yang belum selesai memindahkan meja kursinya? 
2. Apa Kabar
Anak-anak dan pak Rio duduk dengan membuat lingkaran besar.
"Apa kabar", tanya pak Rio kepada anak-anakJawabannya bukan dengan kata-kata, tetapi mengacungkan ibu jari (jempol). Ibu jari ke atas, berarti kabar baik, mendatar berarti kurang baik, dan ibu jari mengarah ke bawah berarti tidak baik. Pak Rio bertanya kepada anak yang ada di kirinya, anak di kanannya, juga kepada anak-anak yang lain, diikuti oleh semua siswa. 
3. Salam Tujuh
Pak Rio meminta bu Ima untuk maju memperagakan salam tujuh.Secara bersamaan pak Rio dan bu Ima memajukan tangan kanannya dengan beberapa jari membuka dan sisanya menutup. Beberapa kali hal tersebut dilakukan, baru berhenti setelah jari yang muncul berjumlah tujuh. Anak-anak mencoba kegiatan tersebut bersama temannya bergantian. Suasana kelas makin cair.
4. Menyelamatkan telur
 Pak Rio membentuk 6 kelompok yang masing-masing anggotanya 4 orang dengan cara berhitung satu, dua, tiga, empat, lima, enam secara  berulang. Angka yang disebut menunjukkan nomor kelompok.Pak .... to be continue ... 



Senin, 25 Januari 2016

BARU KEMARIN


Rasanya baru kemarin kau kenalkan diri
Namaku Moch. Mahmudi dari Klampok Kasri
Namun begitu banyak kenangan terukir indah di hati

Kumismu mengingatkan ibu-ibu kepada para mantan yang dulu
Wajah tampanmu memaksa bapak-bapak bergumam,
“Nomku biyen ya ngono”

Rasanya baru kemarin kau bergabung bersama kami
Namun hadirmu penuh arti, sekolah kita berubah di sana sini.
Kami bisa kerja ikhlas, kami merasa mengabdi di negeri sendiri
Bukan ikut Jepang atau Kompeni

Begitu banyak kata bijak kau beriken,
namun tak membuat kami kuwowoken
Begitu banyak kata penuh semangat dan sejuk di hati,
meski kau bukan kyai.

Tiga tahun setengah hanyalah seumur jagung,
kami berharap bisa bersama lebih lama lagi
Setidaknya untuk Sembilan bulan sepuluh hari

Ibu Tri Endarwati
Rasanya baru kemarin namamu terdengar di telinga kami
Namun begitu banyak rumor beredar,
membuat jantung kami berdebar-debar.
“Hati-hati, Bu Tri Endarwati ahlinya lesson study.
Waspadalah-waspadalah, Bu Tri Endarwati jagonya karya tulis ilmiah”

Selamat datang Ibu Tri Endarwati
Semoga kau betah di sekolah yang mepet sawah
Terima kasih pak Mahmudi
Kecap laron dan terasi udang asli produksi Haji Kasuwi
Kan selalu meriahkan dapur kami.

Kamis, 27 Maret 2014

Karbohidrat oh Karbohidrat


 
           Lama juga aku tak berkiprah di dapur, masak. Kulihat di tangga ada tas kresek putih berisi beras yang sepertinya cukup untuk sekali masak. Di kulkas ada sekantong kentang kecil-kecil yang biasanya dipakai rumah makan Minang untuk membuat rendang, ada beberapa wartel besar, tiga batang sosis, dan bumbu racik sayur lodeh karya Indofood (gak ada maksud promosi lho).

           Di ruang tamu anak pertama sedang otak-atik laptop, sedang anak kedua lagi asyik tidur. Ini tradisi terbaru anak kedua, tidur sehabis sholat subuh, kebetulan sekolahnya masuk siang. Bagiku itu lebih bagus, daripada aku paksa bangun dan siangnya tidur di sekolah (seperti aku dulu he.. he..), kan aku juga yang akan kena marah wali kelas. Istri sudah berangkat ngantor pagi tadi, dan sempat aku antar di depan gang. 

           Sambil menanak 4 cangkir nasi, kupotong kentang berbentuk kubus-kubus kecil tanpa aku kupas dulu, kecil-kecil sih. Begitu juga sebuah wortel besar aku perlakukan dengan cara sama, semetara sosis kupotong melintang tipis-tipis. Sesuai cara memasak di bungkus bumbu racik, aku pergi ke warung sebelah. Sebungkus santan kara dan sejumput cabe berhasil kubawa pulang setelah 3.000 rupiah kubayar tunai.

            Pukul 06.50 anak pertama minta diantar ke kampus, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB). Gerbang selatan UB memang tidak jauh, Cuma nyeberang jalan depan SMKN 2 utara rumah kami, namun posisi FIB yang dekat dengan kantor pusat , kalau diukur sesuai jalan yang dilalui, tidak akan kurang dari 900 meter dari rumah kami.

            Beruntung, mungkin karena usiaku yang hampir 50 tahun, motor GL Max 96 yang sudah terlihat jadul, atau karena hal lain, aku begitu leluasa melewati gerbang UB tanpa ribet. Penjaga gerbang tidak pernah memberi karcis parkir ataupun bertanya macam-macam jika aku lewat. Alhamdulillah. Selesai mengantar anak pertama, kulanjutkan acara masak-masak sesuai rencana semula. 

           Pukul 08.00 anak kedua minta ijin mau ke SMA 8 untuk tanding catur mewakili sekolahnya. Kebetulan SMA 8 dekat juga dengan rumah kami, cukup dengan jalan kaki beberapa menit, gak perlu nyeberang jalan raya.
“Lho, apa gak ikut UTS sesuai jadwal?” tanyaku.
“Kalau sampai siang, UTS-nya bisa di SKIP pak”, jawabnya.
“Yo wis ati-ati” jawabku. 

Oalah... kukira istilah SKIP hanya dipakai kalau kita nginstal windows atau program-program lain di komputer. Ternyata anak muda sekarang juga menggunakannya dalam bahasa sehari-hari.

Pukul 08.30 selesai juga acara masak-memasak, dan tentu saja langsung aku coba. Sepiring nasi dan beberapa sendok sayur. Nyam-nyam huenak... Masak sendiri, dicoba sendiri, dipuji sendiri he.. he.. he.. Selesai makan dan berbenah, 09.00 berangkat ke sekolah tercinta SMKN 9 Malang.

Pulang dari sekolah 13.00, anak pertama udah ada di rumah. Di dekatnya kulihat sebuah piring dengan beberapa sendok sayur yang pagi tadi aku masak.
“Nduk, sayure koq ra dientekno, gak enak tha?” tanyaku.
“Jane enak pak, tapi karbohidrat thok” jawabnya santai.

Jaman benar-benar sudah berubah. Dulu mana ada anak yang mikir kandungan makanan yang dimasak orang tuanya. Tahu, tempe, daun ketela pohon, telur, wortel, kentang, krupuk, ikan asin, pindang, lemuru, kelapa diparut, sambal terasi, sambal bawang, tewel, kacang panjang, apapun akan dimakan tanpa peduli kandungan protein, karbohidrat, kalori, lemak, serat atau zat lain.

Jaman memang sudah berubah, dan sudah sepantasnya berubah.

Rabu, 15 Januari 2014

Cara Kirim Artike ke Mesin Pencari Google

Agar artikel kita bisa muncul di hasil pencarian google sehingga akan dibaca oleh banyak pengunjung blog Anda, salah satunya adalah dengan mengirimkan artikel blog yang sudah kita publikasikan agar google langsung mengindex URL yang telah kita kirimkan, dan beberapa menit akan segera muncul dihasil pencarian google. 

Tujuannya utama mengirim url artikel terbaru ke google adalah memberitahu google bahwa kita telah membuat konten terbaru dan google akan segera melakukan index dan setelah ter-index, google akan menambahkan url postingan situs kita ke daftar hasil index google. Ini panduannya 

1. Kunjungi  halaman ini. 
2. Buka artikel terbaru kita, dan Copy URL artikel tersebut dan paste (tempel) ke kotak URL yang tersedia (lihat gambar)


4. Isikan juga kode capta yang tersedia, jangan sampai salah ya!
5. Terakhir klik Submit Request (Kirim permintaan)
6. Lalu akan jika semua berjalan sukses, maka akan ada pemberitahuan sukses!


7. Selesai! 
Dengan melakukan cara ini, akan memungkinkan setiap artikel baru yang kamu submit, akan segera di proses oleh google sehingga akan ditapilkan di hasil indexnya google. Selamat mencoba!

Sabtu, 11 Januari 2014

Masakan: Lemang


Lemang merupakan makanan atau panganan khas dari suku dayak didaerah Kalimantan yang berbahan dasar beras ketan di campur dengan santan kelapa kemudian dimasak dengan menggunakan bambu. Bagi suku Dayak, lemang dijadikan sebagai makanan untuk pesta adat mereka. Sedangkan suku Melayu, lemang juga disajikan sebagai makanan pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Cara penyajian serta cara mengkonsumsi lemang juga berbeda untuk setiap daerah. Ada yang mengkonsumsi lemang dengan tambahan selai serikaya atau selai-selai manis lainnya. Ada juga yang mengkonsumsi lemang dengan rendang serta lauk pauk lainnya. Cara membuat lemang sangatlah mudah.

Bahan :

1. 1 kg beras ketan.
2. 1 litter santan kelapa.
3. 1 sdt garam halus.
4. 1 tangkai daun pisang (ambil daunnya saja).
5. 2 batang buluh bambu (bersihkan bagian dalam dari buluh bambu tersebut).

Cara membuat :

Mula-mula cuci beras ketan terlebih dahulu kemudian tiriskan. Selanjutnya, tambahkan santan kelapa bersama garam kedalam beras ketan yang telah dicuci tadi.
Setelah itu, siapkan bambu lalu lapisi bagian pinggiran dalam bambu dengan daun pisang kemudian tuangkan beras ketan yang telah diberi santan tadi sebanyak ¾ dari bagian bambu, lalu tutupi bagian atas bambu dengan daun pisang.
Terakhir, Siapkan api lalu bakar bambu yang sudah berisi beras ketan hingga matang. Setelah lemang matang, keluarkan lemang dari bambu kemudian potong-potong lalu sajikan.

Selamat mencoba

Jumat, 10 Januari 2014

Selamat Jalan Dompetku Sayang


Selasa malam, hari kedelapan di bulan Nopember aku terbangun dari mimpi indahku di Bus Harapan Baru, AG 7046 UY. Reflek, tangan kananku meraba saku belakang celanaku yang tenyata udah robek dibedah copet.
“Celanaku berlubang, dompetku hilang” teriakku tanpa sadar.
“Itu orangnya berdiri di depan”, kata seorang lelaki di kananku.
“Ini dia pahlawanku” pikirku saat itu. Aku beranjak ke depan.
“Yang mana pak?”, tanyaku.
“Gak ada, aku gak tahu” jawabnya. Aku kembali ke belakang. Sejenak aku terkesima. Sepertinya dia laki-laki sejati, pejantan tangguh, badannya tinggi besar, tapi pengecutnya kagak ketulungan.
“Pak, celanaku berlubang, dompetku hilang”, curhatku kepada kenek di pintu depan.
“Gak tahu pak, aku selalu di depan” jawabnya.
Tak ada yang mau peduli. Sopir terus mengemudi, kenek tetap teriak-teriak , kondektur tak terlihat wira-wiri, penumpang apalagi, banyak yang pura-pura tidur dan asik dengan lamunannya sendiri. Tidak ada usaha kru bus untuk menyalakan lampu, berhenti di halaman kantor polisi, atau jauh sebelum copet beraksi mengingatkan para penumpang untuk berhati-hati. Aku yakin, kru bus, kereta api atau angkutan umum yang lain paham mana yang benar-benar penumpang atau yang mau cari makan. Sebentar lagi hari pahlawan, tapi itu hanya peringatan. Kini, rasanya tak mudah menemukan pahlawan sejati di negeri tercinta ini.
Aku tenangkan pikiran, aku baca istighfar. Ampuni aku Yaa Allah, semua ini terjadi tentu atas ijin-Mu. Ampuni aku yang telah “maido” hamba-hamba ciptaan-Mu. Hamba sadar Yaa Allah semua ini terjadi karena salah dan dosaku.
“Semua musibah yang menimpamu adalah akibat dari tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian kesalahan-kesalahanmu…” (QS Asy Syuro 30).
“Beri hamba kekuatan Yaa Allah, agar mampu menebus dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan. Hanya kepada-Mu Yaa Allah kami menyembah… dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan”.
Setelah aku renungkan, rasanya kru bus dan para penumpang adalah pahlawan bagi keluarganya. Apalah artinya dompetku yang cuma berisi Rp 150.000,00, SIM, STNK, KTP, karcis parkir, 2 ATM dan beberapa lembar kertas berisi catatan, dibanding rasa aman mereka dari kebrutalan atau balas dendam para begundal.
Mungkin aja para copet maupun begundal juga pahlawan bagi keluarganya, atau paling tidak pahlawan bagi dirinya sendiri.
Untuk Harapan baru AG 7046 UY, “Lu benal-benal halapan balu, bagi pala copet cepelti meleka itu… hu.. hu… hu…”
Selamat jalan dompetku sayang, rasanya sangat tipis harapan, kau akan kembali pulang. Semoga semua salah dan dosamu diampuni... semua amal baikmu diterima.... Amiin...

Debat Kusir


"Kalo lu emang pinter, ayo debat ama gue kalo berani..." begitu tantang seseorang yang kerjanya menjelek-jelekkan umat Islam di internet kepadaku.
"Udah jelas antara yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil... kenapa mesti debat...." jawabku.
"Gak usah banyak omong, coba tunjukin bukti secara ilmiah bahwa nabi muhammad benar-benar pernah membelah bulan, kalo lu emang pinter..." katanya lagi.
Aku gak kaget, gayanya memang gitu, suka manas-manasi.
"Coba aja datang ke bulan... tentu akan lu temui sambungan bekas belahannya" jawabku santai. Toh mau debat, diskusi atau apapun istilahnya, tujuan dia cuma satu, mencari kelemahan lawan (umat islam) untuk diolok-olok..
Dia ngeloyor pergi, kayaknya ganti nama dan ngolok-olok umat Islam lagi ... Kerjanya emang begitu, mungkin aja dia makan juga dari situ ...

Rabu, 08 Januari 2014

Puisi: Lilin Kecil


Aku hanya sebatang lilin kecil
Redup, tanpa kilau
Sederhana, bersahaja, apa adanya
Jauh beda dengan para pecintamu
Namun kan kucoba terangi jalanmu
Meski kadang ku tak tahu arah tujuanmu
Kan kucoba hangatkan jiwamu
Hingga akhir hayatku

Emansipasi Wanita

Antara Emansipasi wanita dan kodrat ke-wanitaan :
Emansipasi bagi Kartini ditandai semakin menjauhnya kebodohan dari wanita. Tapi yang ditangkap oleh kebanyakan wanita zaman sekarang adalah bagaimana menyamakan kedudukannya dengan laki-laki. Padahal baik wanita maupun pria, sudah memiliki kemulian tersendiri oleh Allah. Maka jadilah wanita yang sesuai dengan fitrohnya.Wanita-pun punya hak untuk berpendidikan tinggi dan lantas kembali ke rumahnya untuk mendidik dan melahirkan generasi yang shalih yang kelak berpendidikan tinggi juga. Jauh sebelum Kartini lahir, Siti Khadijah telah menjadi seorang wanita karir yang sukses dan terhormat, namun sebagai seorang Isteri beliau adalah seorang isteri yang patuh terhadap suami tidak banyak menuntut, juga beliau adalah seorang ibu dan guru yang hebat bagi puteri dan golongannya.

Cerita Pendek: Hadiah Ulang Tahun


Pukul 3 siang. Tenda-tenda peserta Kemah Bakti Saka Wanabakti di Cemorolawang, tepian gunung Bromo sudah berjajar rapi. Kulihat teman-teman mulai berdatangan di lapangan upacara.
Di depan, kulihat Gunung Bromo mengepulkan asap dengan santainya. Jadi teringat pak yanto, salah seorang dosen aku yang terus-menerus mengepulkan asap rokok saat mengajar.
“Merokok dapat merusak kesehatan”, kata beliau suatu saat sebelum mulai perkuliahan.
“Merokok dapat mengurangi usia”, kata beliau pada kesempatan berikutnya.
“Merokok dapat menyebabkan kanker”, kata beliau pada kesempatan lain.
“Merokok dapat mengakibatkan begini, dapat menyebabkan begitu”, kata beliau pada pertemuan yang lain. Serunya, beliau menyampaikan betapa bahayanya akibat merokok sambil sedat-sedut menghisap rokoknya.
“Bronx, awakmu engkok bengi ulang tahun yo…” (Bronx, kamu nanti malam ulang tahun ya..), suara kang Sumo memporakporandakan lamunanku.
Namaku sebenarnya bukan itu, namun teman-teman lebih suka memanggilku kak De Bronk. Waktu itu memang lagi ramai-ramainya film Escape from The Bronx dari Itali yang dibintangi oleh Mark Gregory. Teman lain tentu saja juga punya alias: kang Sumo, Giyah, Pariyem, Giyo, Cak Ri, Blek, Gentong, Sukram, Catam, Carly, dll.
“Ulang tahunku 18 Juni kang dudu 24 Maret”, jawabku.
“Dijokno engkok bengi ae, iki hadiahe”, (diajukan nanti malam aja, ini hadiahnya) kata kang Sumo sambil menyodorkan uang 300 perak.
Saat itu, 300 perak masih bisa untuk nonton bioskop Kelud dua kali, itupun masih ada kembalian 50 perak, atau untuk naik bemo dua kali, juga ada kembalian 50 perak, atau satu piring nasi campur bonus teh anget.
“Okelah kalo begitu”, jawabku pasrah.
Upacara pembukaan pun dimulai, aku jadi pemimpin upacara.

*******************************************************
Malamnya, sebelum materi tentang “Taman Nasional Bromo Tengger Semeru” dimulai, kang Suma memulai rencananya.
“ Tadi salah seorang warga jalan Muntilan ada yang lapor, sebelum berangkat ke sini, ada di antara kalian yang mencuri mangga di depan rumahnya”, suara kang Sumo membungkam omongan peserta yang udah ngumpul di aula.
“Sebelum saya tunjuk, silakan maju ke depan!”, lanjutnya. Nadanya kian menggelegar.
Tentu saja gak ada yang maju, lha memang gak ada yang nyuri mangga.
“Bronx, sini kamu!!”, teriak kang Sumo.
“Kenapa kamu tidak maju dari tadi?!”, teriaknya lagi.
“Siap, bukan saya pencurinya”, jawabku lantang.
“Tolong ambilkan cariernya De Bronx”, pinta kang Sumo pada salah seorang anak buahku.
 “Bongkar dan keluarkan semua isinya”, lanjutnya, setelah carierku tiba.
Jadi ingat iklan Top kopi, “Bongkar kebiasaan lama…”.
Gila, ada 3 buah mangga masak pohon yang sembunyi di antara barang barang pribadiku.
“Ini mangga siapa!!!”, kang Sumo teriak lagi.
“Siap, tidak tahu!!!!, teriakku lebih keras dari kang Sumo.
“Bohong, mana ada maling ngaku!!!!!”, teriak kang Sumo lebih keras lagi.
“Kamu telah mencoreng nama baik pramuka. Pulang kamu sekarang!!!”, kang Sumo melanjutkan.
“Siap, tidak mau, aku tidak mencuri mangga!!!!!”, aku menentang perintahnya. 
Malam-malam begini, pulang sendiri sama saja dengan cari mati.
“Seret dan paksa dia keluar!!!!!”, teriak kang Sumo. Suaranya menggelegar, kulihat matanya membara menahan amarah.
Beberapa anak laki-laki, salah satunya anak buahku menyeret aku dengan paksa.
“Anak buahku jangan ikut-ikut”, teriakku.
“Gak peduli. Ketua gak genah emang perlu dieret-eret”, jawab anak buahku tadi.
 Sesampainya di halaman depan, aku menjatuhkan diri, pura-pura pingsan. Kudengar teriakan kaget peserta. Aku digotong rame-rame ke kantor sebelah.
Pak Bagyo dan pak Gatot, pegawai perhutani Probolinggo yang akan menyampaikan materi, menawariku kopi anget. Asyik pikirku.
Di aula sayup-sayup terdengar lagu selamat ulang tahun. Aku, pak Bagyo, pak Gatot, dan teman-teman yang tadi menggotongku dan sempat misuh-misuh begitu tahu acara tadi bohongan, kembali ke aula. Kulihat ada 4 atau 5 anggota perempuan masih mingseg-mingseg habis menangis.
Semua yang hadir di aula menyalamiku.
“Selamat Ulang Tahun kak Bronx”.
***************************************************
Turun dari Bromo, aku sengaja mengambil jalan berbeda dengan rombongan. Kadang menanjak, menurun, beberapa pohon edelwis dan rumput liar aku lewati dengan riang gembira. Seorang perempuan cantik, putih, manis, rambut dikepang dua, yang tadi malam menangis, mengikuti setiap langkahku. Aku berlari kecil, dia juga begitu. Aku jalan perlahan, diapun begitu. Aku menatapnya, diapun menatapku.
“Inikah hadiah ulang tahun untukku?”, “Inikah calon pendampingku?”, “Inikah…..?”, “Inikah…..?”.
Aku tak tahu. Aku tak peduli. Kami terus berlari, berlari dan berlari, bagai sepasang merpati, yang tak pernah ingkar janji.

Mudik Yok..



Insyaallah 25 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013 kami berempat: aku, istri, dan kedua yunior kami akan mudik ke Banyuwangi, nyambangi orang tua dan keluarga besar di sana.  
Mudik kali ini amat sangat tidak seru bila dibanding mudik-mudik  sebelumnya. (http://khoirulmu.blogspot.com/2010/09/mudik-mudik.html). Kami gak lagi “nyegat “ kereta api dari Banyuwangi di stasiun Lawang agar kebagian tempat duduk saat berangkat ke Banyuwangi. Pulangnya juga gak lagi harus “nginap”  di stasun Banyuwangi Baru dengan harapan yang sama, dapat tempat duduk di kereta. Kedua yunior kami juga gak perlu “mbrebes mili” seperti mudik lebaran September 2011, udah terlanjur nginap di stasiun Banyuwangi Baru, paginya gak kebagian tiket menuju Malang. Benar-benar seru.
Saat ini tiket Kereta api Tawang Alun Malang – Banyuwangi pergi pulang udah ada di tangan. Dijamin dapat tempat duduk, masuk gerbong tidak lagi berdesakan seperti dulu. Tak ada lagi penumpang berdesakan, tak ada lagi penumpang yang duduk di sepanjang lorong gerbong hingga menyulitkan kondektur memeriksa tiket penumpang, tak ada lagi penumpang yang naik di atas kereta, dan tentu saja tak ada lagi penumpang yang semula nunut kemudian seakan berusaha mengusir kita dari tempat duduk yang kita peroleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Benar-benar gak seru.
Meski mudik gak seru, rasanya gak pantas jika aku misuh-misuh pada pak Ignasius Jonan (Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia) dan pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN). Justru sebaliknya aku dan tentunya ribuan atau bahkan jutaan pengguna kereta api mesti berterima kasih pada beliau berdua, yang telah membongkar kebiasaan lama perkeretaapian Indonesia. Tangan dingin mereka mereka berdua, telah mengubah paradigma lama kereta api yang murah dan murahan menjadi kereta api yang tetap murah tetapi tidak lagi murahan. Lagu Iwan Fals pun kini rasanya tinggal jadi kenangan, yang seakan tak pernah terjadi di negeri tercinta, Indonesia.
“Sampai stasiun kereta pukul setengan dua
Duduk aku menunggu Tanya loket dan penjaga,
kereta tiba pukul berapa?
Biasanya kereta terlambat dua jam cerita lama
Busyet…”
       Selamat menikmati libur panjang. Semoga liburan panjenengan semua berkesan dan menyegarkan, hingga bisa menyambut datangnya 2013 dengan jiwa dan semangat baru, membawa angin segar perubahan. Bongkar kebiasaan lama, saatnya kota Malang lebih baik. (maaf bukan kampanye ataupun promosi, he.. he..).

Minggu, 05 Januari 2014

Mana Mungkin

Mana mungkin aku berharap
Kau setia dan tabah bagai Bunda Hajar
kalau imanku tak seteguh Kanjeng Nabi Ibrohim

Mana mungkin aku berharap
Kau cantik rupawan bagai bunda Zulaikho
Kalau tampan dan tabahku jauh di bawah Kanjeng Nabi Yusuf

Mana mungkin aku berharap
Kau cantik, pintar, cerdas, kaya, dan beriman bagai Ratu Bilqis
Kalau ilmuku bagai setetes embun pagi dibanding ilmu Kanjeng Nabi Sulaiman

Mana mungkin aku berharap
Kau cantik jelita, kaya raya, sabar, pengertian, penuh pengabdian bagai Ibunda Khotijah
Sementara aku, jangankan memperbaiku akhlak seluruh ummat seperti Kanjeng Nabi Muhammad
memperbaiki akhlakku sendiri saja tak mampu

Yaa Robb...
Beri hamba kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan mengemban amanah-Mu
Hingga akhir hayatku... Aamiiinn...

Minggu, 29 Desember 2013

SEPULUH KARAKTER WANITA SHOLEHAH :

Muslimah sholihah yangg berakhlak mulia memiliki beberapa karakteristik yang indah.
1. Bertakwa Kepada Allah SWT dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya. Dalam Al-Qur’an Allah Berfirman yang maksudnya,“Sebab itu, Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dir ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah Memelihara mereka.” (Q.S An Nisa’:34)

2. Ia memiliki sifat sabar. Ia bersikap tabah dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahkan ia pandai menghibur suaminya yang sedang di rundung masalah. Bukannya malah merunyamkan suasana.

3. Senantiasa menjaga shalat 5 waktu. Sebagaimana maklum shalat 5 waktu adalah tiang agama. Muslimah yang menjaga shalatnya adalah sosok muslimah yang sendi-sendi keimanannya kokoh. Ia akan kuat menghadapi berbagai terpaan cobaan dan musibah. Muslimah seperti inilah yang bisa menjadi faktor kunci sukses suaminya.

4. Menjaga auratnya dengan baik. Ia tak mau keluar rumah kecuali seizin suaminya. Andaikata keluar, ia menutupi aurat yang menjadi kehormatannya serta suaminya. Allah SWT berfirman yang maksudnya, ”

Hai nabi. Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuammu dan isteri-isteri orang beriman “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal. Karena mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S Al Ahzab, 59)

5. Taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya. Selalu memberikan dukungan kepada suami baik dalam urusan pekerjaan atau ibadah. Tidak menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya.

Tidak membicarakan aib-aibnya kepada wanita lain. Tak pernah ada niatan untuk menyakitinya. Ia senantiasa melakukan perbuatan yang membuat ridha suaminya. Rasul SAW bersabda, “Tatkala seorang muslimah melaksanakan shalat 5 waktu, menunaikan puasa wajib dan mematuhi suaminya, maka ia akan memasuki surga Tuhannya.”

6. Bisa mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab mereka lebih dekat kepada anak-anak daripada suami yang lebih banyak keluar untuk bekerja. Seorang Muslimah Shalihah akan mengajarkan anak-anaknya membaca Al Qur’an, menanamkan rasa cinta kepada Nabi SAW beserta keluarganya.

Mendampingi mereka melewati masa kanak-kanak dengan lembut dan penuh cinta, menjauhkan merekan dari akhlak tercela. Dan tak kalah pentingnya, mengajarkan mereka rasa hormat kepada ayahnya.

7. Mampu menasehati suami yang sedang lalai dari ibadah dengan cara yang santun dan bijak. Ia bisa mengambil hati suaminya sebelum mengingatkannya. Cara demikian lebih bisa di terima suami ketimbang cara-cara langsung yang akan memperburuk situasi.

8. Memiliki prinsip hidup yang kuat. Ia tak mudah terpengaruh gaya hidup non islami yang sekarang ini gencar di budayakan oleh media massa. Sebagai muslimah ia harus tetap berpegang teguh pada ajaran Islam baik dari segi berpakaian, berprilaku dan lainnya. Ia pantang meniru lifestyle wanita non muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meniru gaya hidup suatu kaum, berarti ia termasuk golongan tersebut.”

9. Ia mampu menjaga penglihatannya dan kehormatannya. Ia tak mau memandang laki-laki selain suaminya. Kehormatannya di jaga mati-matian demi suaminya. Ia bersolek hanya untuk suaminya. Ini merupakan gambaran Bidadari Syurga.

Allah SWT berfirman.. Yang artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An Nuur:31)

10. Bersikap wara’. Ia tak mau mengkonsumsi makanan-makanan yang haram ataupun yang syubhat. Demikian pula ia menjaga suami dan anak-anaknya dari hal tersebut. Ia faham betul bahwa dari makanan yang baik dan halal akan lahir pula kepribadian-kepribadian yang baik. “Kuatnya agama adalah sikap wara’.” demikian sabda Nabi SAW.

Rasulullah SAW dalam sabdanya,

“Dunia seluruhnya adalah perhiasan, dan perhiasan yang terindah adalah wanita yang shalihah.” 

==> dari berbagai sumber <==

Sabtu, 28 Desember 2013

Cara Mencari Nomor Registrasi Guru (NRG)

Nomor Registrasi Guru (NRG) adalah nomor unik yang dimiliki guru yang sudah bersertifikasi. NRG dikeluarkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) untuk mereka yang lulus sertifikasi. Untuk guru Sekolah Dasar, NRG bisa dengan mudah didapat secara online. yang perlu disipkan adalah:

1) NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Pendidikan)

2) Tahun, bulan, dan tanggal lahir anda


Isilah kotak atas dengan NUPTK atau NIGB (khusus guru bantu)

Isi password dengan tahun, bulan, dan tanggal lahir anda dengan format YYYYMMDD artinya YYYY=Tahun Lahir, MM=Bulan Lahir, DD=Tanggal Lahir, Contoh: lahir 17 Agustus 1975 maka isilah 19750817.

Dan untuk mengecek NRG silahkan klik di sini.

Sabtu, 01 Desember 2012

Alhamdulillah... Bertambah Lagi Cucuku

Rasanya umurku baru 17, namun ada beberapa balita yang andaikan udah bicara akan dengan santainya memanggilku mbah, eyang, atau kakek. Ohhh serammm. Bebeberapa keponakan di Blitar (putra-putrinya paman dan bibi) udah punya cucu, yang berarti cuku aku juga. Yang terbaru putrinya kakaknya istri aku yang di Polehan baru aja melahirkan seorang bayi laki-laki. "Selamat datang sayang".

Patah tumbuh hilang berganti. Begitu peribahasa yang tepat menggambarkan datangnya generasi baru menggantikan generasi tua. Kita telah menggantikan para generasi sebelum kita dan harus selalu siap setiap saat diganti generasi berikutnya. Itu udah suratan dari-Nya. Semoga kita jadi generasi yang selalu dirahmati Allah, memanfaatkan kesempatan hidup, menjadi kholifah di bumi ini yang hanya sekali ini dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak, betapa ruginya kita. Bukan sesuatu yang sulit bagi Allah, mengganti suatu generasi dengan generasi baru yang jauh lebih baik.

Anak bukanlah milik kita, tetapi sebenarnya amanah Ilahi yang harus kita rawat, kita jaga, kita pelihara dengan sebaik-baiknya. Karena amanah, pada saatnya nanti kita harus siap mempertangungjawabkan kepada yang punya. Anak bisa jadi hiburan, rahmat, berkah, namun bisa juga jadi cobaan, ujian, bahkan bisa juga jadi musuh. Waspadalah.

Ada yang menyatakan bahwa anak adalah cerminan dari orang tua. "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya", begitu sering diucap Ima dan Ibro, keduanya yunior aku dan istri. Kita patuh taat dan hormat kepada ortu, insyaallah putra-putri kita demikian juga. Kita selalu berusaha maksimal untuk tekun beribadah, insyaallah putra putri kita demikian juga. Dan seterusnya... dan seterusnya.. bla.. bla.. bla..

Berbahagialah para orang tua yang punya anak-anak sholeh sholehah yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Karena pahalanya selalu mengalir meski orang tua udah meninggal dunia. Begitu ajaran junjungan kita.

Selamat datang Geronimo Fernandez Yunior (Muhammad Akmal Ibrahim-Al Khair Mukhtarallah), cepat besar ya, semoga kita masih diberi kesempatan oleh-Nya main bal-balan bersama. Semoga.

Segala puji hanya bagi Allah.
========================================================================
SELAMAT JALAN SAYANG

Segala puji hanya bagi Allah
Jujur, aku gak pernah menyangka, menduga, merasa, apalagi berharap kebersamaan kita hanya bertahan empat hari. Kalau pada tulisan di atas aku berharap kita masih diberi kesempatan oleh-Nya main bal-balan bersama, yang ada di benak aku waktu itu aku berharap masih diberi tambahan umur (saat ini aku 46,5 tahun) sehingga masih sempat menggendong, bercanda ria, dan tentu saja sebagai sesama lelaki kita bisa bal-balan bersama. 
"Kullu nafsin dzaiqotul maut" Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, begitulah aturan main yang Dia tetapkan. Gak peduli tua-muda, pikun atau baru aja dilahirkan, kaya-miskin, cantik-gak cantik, tampan-gak tampan, kondisi sehat-sakit, siap-gak siap, bila tiba panggilan-Nya, sukarela atau terpaksa mau atau tidak mau tetap harus berangkat. 
Ayah ibumu insyaallah sudah berusaha sekuat tenaga mempertahankan kebersamaan denganmu, kakek dan nenekmu begitu semangat mempersiapkan penyambutan kehadiranmu, aku, istriku (bibi ibumu, yang berarti juga nenekmu: Mbah Lin) dan anggota keluarga lain yang gak bisa aku sebut satu persatu juga harap-harap cemas menunggu hadirmu. Kalau Gusti Allah, Tuhanku dan juga Tuhanmu ternyata menggariskan kau berangkat lebih dulu, kita hanya bisa pasrah, ikhlas, dan berharap itu suratan terbaik bagi kita. Aku mohon, sudilah kiranya kau maafkan salah, khilaf, dan kekurangan  kami dalam menyambut kehadiranmu.
"Janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir." Apapun yang terjadi aku tak akan pernah henti berharap, semoga kita masih bisa bertemu di kehidupan akhirat nanti. Amiiinnn.
Segala puji hanya bagi Allah..
======================================================================== 

Sabtu, 17 November 2012

puisi: AYO


Rasanya baru aja pukul nol empat
Ternyata mentari udah condong ke barat
Cepat atau lambat dia kan merapat
Berganti malam pekat

Ayo bersiap bersiap
Bekalmu belum lagi lengkap
Ayo tobat, tobat, tobat
Kereta kan segera berangkat 

                               18 nop 2012

DIABET PADA KAKI HARUSKAH DIAMPUTASI?

                  Amputasi adalah salah satu pilihan tata laksana pada kasus kaki diabetes. Namun, keputusan untuk melakukan amputasi tidak ...